Ricuh DPR: Antara Kesungguhan dan Ketidakmampuan.

Posted: March 3, 2010 in Berita, Opini
Tags: , , , ,

Sidang Paripurna DPR yang diagendakan untuk membahas hasil kesimpulan dari PANSUS CENTURY berakhir ricuh. Banyak pihak yang menyayangkan ke-tidakarifan- Marzuki Alie sebagai Pimpinan sidang dalam mengelola hujan interupsi yang terjadi pada saat yang bersamaan.

Kericuhan bermula ketika pembacaan hasil Pansus Century oleh Ketua Pansus Century Idrus Marham selesai, banjir interupsi langsung menyeruak di sidang paripurna DPR. Gara-gara banjir interupsi, sidang pun ricuh. Sejumlah anggota DPR teriak dan sebagian lagi bergerak maju menuju meja pimpinan DPR.

Hingga pukul 15.25 WIB, Selasa (2/3/2010), suasana ricuh masih berlangsung. Ketua DPR Marzuki Alie meminta peserta sidang untuk tertib. “Tolong pimpinan juga diberi kesempatan bicara,” kata Marzuki. Interupsi pertama dilakukan oleh Bambang Soesatyo, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar. Bambang mengingatkan mengenai usulan Pansus agar sidang paripurna diselesaikan hari ini, dengan melakukan voting.

Setelah itu banyak sekali anggota DPR yang melakukan interupsi. Antara lain Akbar Faizal dan beberapa orang dari Partai Demokrat, termasuk Irawadi Syamsuddin. Kericuhan semakin terjadi saat anggota Fraksi Partai Demokrat menyampaikan bukti baru ke pimpinan DPR.  Anggota DPR dari FKB Lily Wahid meminta interupsi, namun dicuekin. Sampai akhirnya sekitar pukul 12.15 WIB, sejumlah anggota DPR bergerak dari kursinya dan maju ke pimpinan DPR.

Karena para interuptor tak diakomodir, akhirnya semakin banyak anggota DPR yang merangsek ke maju pimpinan sidang. Bahkan, nyaris terjadi baku hantam. Teriakan-teriakan anggota DPR terus menggema. Hingga pukul 12.30 WIB, kericuhan masih berlangsung dan belum reda. Untuk meng-akhiri kericuhan yang semakin tidak terkendali, Marzuki Alie langsung melakukan ketuk palu dan menyatakan sidang ditutup.

Melihat kejadian yang terjadi, ada beberapa hal yang bergelanyut dalam benak saya; Apakah protes dan kengototan yang dilakukan anggota DPR memang bertujuan untuk membela kepentingan rakyat? Apakah ketukan palu yang tergesa-gesa dari Ketua DPR meengindikasikan memang ada yang hendak ditutup-tutupi oleh Fraksi Demoktrat? Apakah hal ini hanya sekedar Dagelan dari para wakil rakyat yang hendak merebut kursi-kursi tertentu demi kepentingan partai? atau hanya karena ketidakmampuan Marzuki Alie dalam memimpin sidang?

Tentu saja saya berharap kericuhan ini terjadi semata-mata karena keberpihakan para wakil rakyat (atau lebih tepat segelintir wakil rakyat) untuk memperjuangkan kebenaran dan membongkar kasus ini sampai selesai tanpa ada embel-embel pemakzulan, perebutan kekuasaan yang sifatnya pragmatis dan memuakkan. Semoga hasil sidang paripurna hari ini tidak berakhir antiklimaks, karena bila itu terjadi maka selamanya rakyat tidak akan pernah percaya kepada anggota dewan yang (katanya) mengurusi kepentingan orang-orang yang mendudukkannya di Kursi empuk DPR.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s